PSPK
Pada 23–25 September 2025, Lingkar Daerah Belajar bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menyelenggarakan Forum Pendidikan dan Lingkar Belajar dengan tema “Respon Pendidikan terhadap Peluang dan Tantangan Era Digital: Mewujudkan Ruang Belajar yang Aman Bagi Anak di Kediri.” Kegiatan ini menjadi ruang temu lintas pemangku kepentingan untuk berbagi perspektif sekaligus merumuskan solusi atas tantangan pendidikan di tengah transformasi digital.
Anak-anak di Kediri, sebagaimana di berbagai daerah di Indonesia, tumbuh dalam dunia yang semakin terhubung dengan teknologi digital. Di satu sisi, perkembangan ini membuka peluang besar bagi peningkatan akses dan kualitas pembelajaran. Namun di sisi lain, muncul risiko baru, mulai dari paparan konten berbahaya hingga kesenjangan literasi digital. Forum ini hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan mempertemukan berbagai pihak dan mendorong langkah strategis di tingkat daerah.
Forum Pendidikan Kediri menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri, Dewan Pendidikan, Bappeda, Dinas Kominfo, serta perwakilan guru dan anak. Acara dibuka dengan pemaparan kondisi ekosistem pendidikan Kediri dan tantangan era digital oleh Mokhamat Muhsin, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.
Diskusi kemudian dilanjutkan dalam format talkshow yang membahas pengaruh era digital terhadap tumbuh kembang anak, respon kebijakan di tingkat pusat dan daerah, serta peran sekolah dan orang tua dalam memastikan ruang belajar yang aman. Selain Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Kediri, talkshow juga menghadirkan Yeremia Dwi Hendryanto dari PSPK dan Siti Nur Andini dari KeluargaKita sebagai narasumber.
Setelah sesi talkshow, peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas praktik baik yang telah berjalan di sekolah dan masyarakat, sekaligus mengidentifikasi tantangan yang masih dihadapi. Diskusi diarahkan untuk merumuskan peran masing-masing pemangku kepentingan serta dukungan kebijakan yang dibutuhkan agar upaya menciptakan ruang belajar aman bagi anak dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Selain forum, rangkaian kegiatan juga menghadirkan Lingkar Belajar yang diikuti oleh 120 guru dan kepala sekolah dari Kabupaten Kediri. Kegiatan ini diselenggarakan dalam lima kelas paralel dengan tema: kebijakan untuk mendukung tumbuh kembang anak di era digital, pembelajaran mendalam, koding dan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran, modul Guru Belajar, serta pengasuhan di era digital. Seluruh kelas dirancang untuk memperkuat kapasitas pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang aman, relevan, dan adaptif.
Lingkar Belajar tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga wadah berbagi praktik dan pengalaman antar guru. Melalui diskusi, praktik langsung, dan pertukaran strategi, para peserta memperkuat kemampuan mereka dalam menciptakan ekosistem belajar yang lebih inklusif dan responsif terhadap tantangan era digital.
Forum Pendidikan dan Lingkar Belajar di Kediri menunjukkan bahwa upaya mewujudkan ruang belajar yang aman bagi anak tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas sektor, peningkatan kapasitas guru, dukungan kebijakan, serta keterlibatan orang tua menjadi kunci keberhasilan. Dari sinilah harapan tumbuh, bahwa Kediri dapat menjadi contoh bagaimana pendidikan mampu merespons peluang sekaligus tantangan era digital secara bijak dan berkelanjutan.