PSPK
Ditulis oleh : Nisa Felicia, Fathiyya Nur Rahmani, Yeremia Dwi Hendryanto, Indhi Wiradika
Fenomena SD Negeri yang menerima sangat sedikit peserta didik baru kembali menjadi sorotan pada tahun ajaran 2026/2027. Di berbagai daerah, jumlah murid baru jauh di bawah kapasitas yang tersedia. Kondisi ini memunculkan pertanyaan penting: apakah sekolah negeri mulai ditinggalkan, atau justru Indonesia sedang menghadapi perubahan demografi dan tantangan baru dalam penyelenggaraan pendidikan dasar?
Analisis PSPK menunjukkan bahwa persoalan ini tidak sesederhana persaingan antara sekolah negeri dan swasta. Penurunan jumlah anak usia SD, kondisi daya tampung sekolah, preferensi orang tua, hingga capaian hasil belajar menjadi faktor yang perlu dipahami secara utuh sebelum menentukan arah kebijakan. Lalu, langkah apa yang perlu dilakukan agar SD Negeri tetap menjadi fondasi pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan bagi semua anak?
Baca analisis lengkap PSPK melalui Kilas Pendidikan PSPK untuk memahami akar persoalan sekaligus rekomendasi dalam merevitalisasi SD Negeri di Indonesia.
*Kilas Pendidikan ini murni merefleksikan pandangan peneliti Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) berdasarkan hasil studi literatur dan keterlibatan langsung PSPK dalam mengulas berbagai tantangan kebijakan SNP serta merekomendasikan solusi yang relevan. Kilas Pendidikan ini dapat dikutip, disebarluaskan, dan digunakan untuk tujuan nonkomersial.