Blog

Blog > Belajar Lintas Negara untuk Memperkuat Perencanaan Pendidikan Berbasis Bukti
PSPK Icon PSPK
Comment Icon 0
Bagikan: Facebook X / Twitter LinkedIn Tumblr
Belajar Lintas Negara untuk Memperkuat Perencanaan Pendidikan Berbasis Bukti

Belajar Lintas Negara untuk Memperkuat Perencanaan Pendidikan Berbasis Bukti

Mewujudkan pendidikan yang berpihak kepada anak membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan yang baik. Proses perencanaannya juga perlu ditopang oleh data, riset, dan ruang belajar yang memungkinkan berbagai negara saling berbagi pengalaman dalam menjawab tantangan pendidikan. Semangat inilah yang menjadi landasan penyelenggaraan GPE KIX Addis Ababa Workshop di Ethiopia pada 29 Juni–2 Juli 2026.

Dalam forum tersebut, Peneliti PSPK Fathiyya N. Rahmani bergabung bersama para penasihat kebijakan pendidikan, peneliti, dan perencana pendidikan dari 27 negara mitra Global Partnership for Education (GPE). Lokakarya ini merupakan puncak dari dua rangkaian Global Learning Cycles (LCs) dalam proyek GPE KIX, yang diselenggarakan oleh UNESCO-IICBA dan dipimpin oleh NORRAG bekerja sama dengan Teachers College, Columbia University.

Sebanyak 34 peserta dari kementerian pendidikan, komisi pendidikan parlemen, lembaga pendidikan guru, organisasi masyarakat sipil, dan lembaga penelitian berdiskusi mengenai bagaimana bukti dapat dimanfaatkan untuk memperkuat perencanaan dan reformasi pendidikan. Berbagai sesi menjadi ruang untuk berbagi hasil penelitian, menyusun rekomendasi kebijakan, serta merefleksikan praktik-praktik yang telah diterapkan di berbagai negara.

Salah satu agenda utama dalam lokakarya ini adalah Uptake Forum yang mengangkat tema kesetaraan gender dalam pendidikan. Bersama para pejabat pemerintah Ethiopia dan mitra penelitian yang didukung oleh International Development Research Centre (IDRC), peserta mempresentasikan hasil riset serta mendiskusikan berbagai strategi untuk memperluas kepemimpinan perempuan di sekolah maupun di sektor pendidikan secara lebih luas. Diskusi tersebut menegaskan bahwa bukti tidak hanya berfungsi untuk memahami tantangan, tetapi juga menjadi dasar dalam merancang kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Lokakarya ini juga menunjukkan pentingnya membangun kemitraan yang erat antara peneliti dan pembuat kebijakan. Pertukaran pengalaman lintas negara membuka ruang refleksi mengenai bagaimana proses perencanaan pendidikan dapat terus berjalan secara berkelanjutan, bahkan di tengah perubahan kepemimpinan maupun dinamika pemerintahan. Ketika bukti menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan, kebijakan yang lahir memiliki peluang lebih besar untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Bagi PSPK, partisipasi dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus memperkuat kebijakan pendidikan berbasis bukti melalui kolaborasi, riset, dan pembelajaran lintas negara. Pengalaman yang diperoleh menjadi bekal berharga untuk terus mendorong lahirnya kebijakan pendidikan yang lebih responsif, inklusif, dan berpihak kepada setiap anak.

Tambah Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *